Tips Memandikan Kucing Kesayangan

mandiin kucing

Kucing merupakan binatang yang paling banyak dipilih sebagai hewan peliharaan. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, akan membuat siapapun terhibur melihatnya. Bahkan banyak penelitian yang menyebut jika memiliki kucing di rumah bisa menghilangkan stres.

Salah satunya penelitian yang dilakukan Dr Adnan Qureshi. Dilansir U.S. News World and Report, menyebut jika memelihara kucing dapat menurunkan tingkat stres, mengurangi gangguan kecemasan, dapat menurunkan tekanan darah, dan menjaga denyut jantung tetap stabil.

Sementara menurut Dr Carol Gomez, dokter hewan di Georgetown Veterinary Hospital, menjelaskan jika kucing dapat ‘menghibur’ pemiliknya dengan cara merespon suara panggilan, dan sentuhan pemiliknya, dengan cara yang sangat unik.

Tips Mudah Memandikan Kucing Peliharaan

Meski bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara menjilati seluruh bagian tubuhnya, kucing tetap butuh mandi. Menurut Dr Carol, kucing yang tidak pernah dimandikan, beresiko dihinggapi kutu dan timbul borok. Selain itu, kucing pun akan gampang sakit, dan bulu-bulunya tampak lusuh tak terawat.

Salah satu ciri kucing sudah harus dimandikan adalah, dia sering menggaruk dan menggigit bagian tubuhnya, terutama bagian telinga, perut dan leher. Selain itu, bulu kucing pun terasa kesat, dan timbul aroma yang kurang menyenangkan.

Namun ingat, cara memandikan kucing berbeda dengan cara memandikan binatang lainnya. Pasalnya, hewan menggemaskan ini bisa berubah jadi ganas saat bersinggungan dengan air. Bahkan mereka tidak segan akan melawan dengan mencakar dan menggigit Anda saat akan dimandikan.

Nah buat Anda pemilik kucing, berikut beberapa trik yang bisa digunakan untuk memandikan kucing, tanpa harus ada drama yang bisa membahayakan Anda dan kucing peliharaan.

1. Pilih Waktu Yang Tepat

Sebelum memandikan kucing, pastikan dia dalam kondisi rileks. Hal ini penting dilakukan agar kucing tidak banyak berontak saat akan dimandikan. Anda pun bisa memberinya makan yang banyak, dan biarkan kucing bersantai sejenak.

Sebelum dimandikan, elus-elus dia hingga kondisinya benar-benar tenang. Usahakan pegang bagian kaki dan usap-usap kepalanya hingga si kucing terlihat memejamkan mata. Anda pun bisa membelai bagian bawah lehernya dengan lembut.

Kucing biasanya dimandikan seminggu sekali. Jika kucing banyak ditumbuhi kutu, Anda bisa menggunakan shampo kucing yang khusus digunakan untuk mengendalikan kutu. Produk seperti ini bisa Anda dapatkan di Pet Shop terdekat.

2. Sebaiknya Gunakan Air Hangat

Kebanyakan kucing sensitif dengan air dingin. Maka dari itu, agar tidak terlalu banyak drama, sebaiknya gunakan air hangat yang ditampung dalam ember plastik berukuran besar. Setelah itu, masukkan kucing ke dalamnya, dimulai dari bagian kakinya.

Setelah si kucing terlihat menikmati, Anda bisa mulai membasahi bagian buntutnya terlebih dahulu, kemudian secara perlahan beranjak ke tubuh bagian belakang hingga ke leher. Tapi ingat, jangan sampai telinga kucing kecipratan air. Ini bisa sangat berbahaya!

Bubuhkan shampo kemudian pijat secara perlahan hingga semua bagian tubuhnya benar-benar bersih maksimal. Jangan lupa, bersihkan bagian kepala dan wajah si kucing secara perlahan (terutama bagian ujung mata). Tapi untuk bagian ini, sebaiknya jangan gunakan shampo.

Untuk proses pembilasan, sebaiknya gunakan selang semprot agar tubuh si kucing bersih maksimal. Jika tidak, Anda bisa menggunakan gayung yang diguyur dari bagian atas, kemudian tekan-tekan agar sisa shamponya keluar. Sebaiknya proses pembilasan tetap menggunakan air hangat!

3. Keringkan Hingga Maksimal

Setelah bersih maksimal, pihak-pijat bagian tubuh kucing agar sisa air yang terperangkap dalam bulunya, bisa terbuang. Setelah itu, siapkan handuk kering dan keringkan seluruh bagian tubuhnya dengan cara ditepuk-tepuk. Lakukan hingga kering maksimal.

Agar makin sempurna, Anda bisa menggunakan blower atau pengering rambut. Atur panasnya di posisi minimal. Selain itu, perhatikan saat akan mengeringkan bagian wajah kucing. Pastikan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Alternatif lainnya, setelah dikeringkan dengan handuk, Anda bisa menjemur kucing dibawah sinar matahari. Gunakan keranjang kucing dan usahakan proses menjemur kucing ini dilakukan di sore atau pagi hari. Jangan di tengah hari saat sinar matahari sedang terik.

4. Bersihkan Telinga Kucing

Setelah dimandikan, bulu kucing akan terasa sangat lembut dan si kucing pun terlihat lebih tenang. Pangku dia dan berikan belaian lembut. Sambil melakukannya, Anda bisa membersihkan bagian dalam telinga kucing dengan menggunakan cotton bud atau kapas yang sudah dibasahi baby oil.

Lakukan secara perlahan, pegang kepalanya dengan lemah lembut, dan pastikan seluruh bagian dalam telinga kucing bersih maksimal. Proses pembersihan telinga kucing ini bisa dilakukan 2-4 minggu sekali, atau ketika telinga kucing kesayangan Anda sudah terlihat kotor.

Jika tidak mau repot dengan seluruh proses di atas, Anda bisa menggunakan jasa salon hewan peliharaan. Di sana, kucing kesayangan Anda tidak hanya dimandikan, tapi juga akan diberi beberapa treatment yang akan membuatnya semakin sehat, bahagia dan nyaman saat dipeluk.

Ragam Jenis Kucing Yang Ada Di Dunia

kucing bengal

Sebagai salah satu hewan peliharaan di dunia, kucing sejatinya berasal dari jenis kucing domestik atau felis catus. Namun dalam perkembangannya, beberapa pakar kemudian melakukan rekayasa genetik dan perkawinan silang untuk mendapat jenis kucing baru yang lebih ramah dan unik.

Berikut merupakan beberapa jenis kucing yang di berbagai penjuru dunia, dari mulai yang terbesar, hingga bentuknya yang paling unik.

1. Kucing Persia


Sesuai dengan namanya, kucing ini berasal dari Iran. Ciri khas utamanya adalah, wajahnya bulat, hidung pesek, bulunya sangat lebat dan masuk dalam jenis kucing ukuran sedang. Meski termasuk dalam jenis kucing pemalas, kucing ini termasuk paling banyak dipelihara di Indonesia.

Terkadang kucing ini dikawinkan dengan jenis lainnya untuk mendapatkan keunikan berupa moncong yang lebih panjang, bentuk wajah segitiga atau bentuk bulu yang lebih unik.

2. Kucing Bengal


Kucing domestika ini merupakan hasil kawin silang antara ras leopard dan American shorthair, kemudian induknya ini dikawinkan lag dengan jenis lainnya. Ciri khas utama kucing bengal adalah, corak pola spotted khas macan tutul, dan ukurannya sangat besar. Mencapai 10 kg.

Selain itu, kucing bengal pun dikenal sangat suka dengan air, punya kecerdasan di atas rata-rata, dan sangat aktif. Kucing bengal termasuk dalam jenis kucing hutan, namun aman dijadikan peliharaan.

3. Kucing Munchkin


Jenis kucing ini sangat unik, mirip dengan anjing sosis atau Dachshund. Ciri khas utamanya adalah kakinya yang lebih pendek ketimbang kucing kebanyakan. Kucing munchkin termasuk dalam jenis kucing berukuran mungil. jantannya saja hanya seberat 3-4 kg saja.

Sama seperti kucing ras lainnya, kucing ini pun banyak mengalami perkawinan silang untuk didapat jenis kucing dengan variasi bulu, warna dan keunikan lainnya.

4. Kucing British Shorthair


Ciri khas utama kucing ini adalah, berbulu pendek dan merupakan salah satu ras kucing tertua di dunia. Konon katanya, kucing ini berhubungan erat dengan bangsa Romawi yang pernah menjajah wilayah Britania. Ukurannya cukup besar, dan bentuknya tempat seperti kucing obesitas.

Sekarang ini, british shorthair sudah mengalami banyak rekayasa genetika sehingga didapat jenis yang punya banyak varian warna.

5. Kucing Scottish Fold


Kucing Telinga Lipat Skotlandia atau Scottish Fold merupakan jenis kucing unik. Sesuai dengan namanya, kucing ini memiliki telinga yang tampak terlipat sehingga terlihat lebih pendek dari ukuran telinga kucing kebanyakan.

Selain itu, wajahnya terlihat lebih bulat, punya mata yang sangat lebar, leher pendek, dan hidung yang sangat pendek. Jika diperhatikan, sepintas kucing ini mirip burung hantu.

6. Kucing Rex Devon


Kucing Rex Devon merupakan jenis kucing hasil mutasi genetik, dengan ciri khas utama bulu yang sangat pendek, keriting dan bertekstur. Ciri khas lainnya, kucing asal Inggris ini memiliki mata yang besar dan bulat, serta telinga yang sangat panjang dan lebar.

Berbeda dengan kucing lainnya, kucing ini memiliki kumis yang sangat pendek, bahkan banyak yang mengira kucing Rex Devon tidak punya kumis sama sekali.

7. Russian Blue


Russian Blue merupakan salah satu jenis kucing yang paling banyak penggemarnya. Bulunya sangat lembut, dengan warna biru keabuan yang mengkilat, sangat lembut dan tipis. Selain itu, kucing jenis ini pun sangat ramah dan punya kecerdasan yang unik.

Matanya terlihat sangat besar dengan warna hijau cerah. Kucing dengan ukuran sedang ini pun cukup sensitif, sedikit pemalu, tapi punya kepercayaan diri yang tinggi.

8. Kucing Sphynx


Bagi penggemar kucing unik, kucing Sphynx merupakan salah satu jenis yang wajib Anda miliki. Kucing yang berasal dari Kanada ini bentuknya sangat unik karena terlihat tanpa bulu, telinga lebih lebar ketimbang kucing kebanyakan, matanya besar dan bulat, serta kulitnya tampak keriput.

Meski bentuknya sangat menyeramkan, kucing ini cukup banyak penggemarnya. Di Indonesia sendiri, kucing sphynx termasuk dalam ras kucing yang dibanderol dengan harga sangat.

9. Kucing Maine Coon


Sesuai dengan namanya, kucing ini berasal dari Maine, Amerika Serikat. Ciri khas utamanya adalah, bentuknya yang cukup besar, mencapai 1 meter untuk ukuran dewasa, dengan bentuk tubuh yang gemuk dan ekor memanjang. Sangat mirip dengan rakun.

Untuk beberapa ras yang sudah mengalami perkawinan silang, salah satu jenis kucing tertua di dunia ini punya bulu yang sangat panjang di bagian leher dan kepala, sehingga tampak seperti singa.

10. Kucing Ragdoll


Hampir sama dengan kucing Maine Coon, kucing Ragdoll masuk dalam kategori kucing raksasa. Matanya terlihat biru, bulunya sangat lembut dan lebat. Jika disentuh, bulunya terasa seperti bulu kelinci. Kucing ini termasuk dalam keturunan gen Persia, Birman dan Burmese.

Selain jenis di atas, sebenarnya masih banyak jenis kucing lainnya yang cukup unik. Diperkirakan, jenis kucing akan terus bertambah karena kawin silang antar jenis kucing masih terus dilakukan.

Jenis Ras Anjing Yang Memiliki Harga Termahal

anjing samoyed

Sama seperti kucing, anjing merupakan hewan peliharaan yang cukup banyak digemari di Indonesia. Jenisnya anjing sendiri cukup banyak dengan berbagai karakter dan ciri fisik yang unik. Karena hal inilah, beberapa anjing ras kerap dibanderol dengan harga yang sangat mahal.

Berikut merupakan beberapa ras anjing yang cukup populer karena keunikan dan kecerdasannya, dengan banderol harga yang sangat mahal.

Anjing Samoyed

Anjing samoyed berasal dari suku Samoyedic, di Siberia. Zaman dulu, anjing ini kerap digunakan untuk menarik kereta luncur, dan gembala rusa. Karena aktivitasnya, anjing ini punya ciri fisik yang besar berotot, kuat dan tangguh. Bobot anjing dewasa bisa mencapai 60 kg.

Anjing tangguh ini merupakan anjing termahal di dunia, dengan harga mencapai 50-150 jutaan. Meski tampilannya sangat garang, jangan khawatir karena anjing ini termasuk sangat ramah pada manusia, terlebih jika Anda sering mengajaknya untuk beraktivitas.

Anjing Tibetan Mastiff

Anjing ini berasal dari China dan Nepal, dengan ciri khas fisik bertubuh kekar dan besar. Selain itu, anjing ini pun memiliki bulu yang panjang, termasuk di bagian leher dan kepala. Sangat mirip dengan tampilan singa jantan dewasa.

Anjing ini dibanderol dengan harga sekitar 95 jutaan, dan termasuk dalam jenis hewan penjaga. Namun sayang, karena dikenal sebagai anjing yang cerda, tibetan mastiff dikenal sangat keras kepala dan sulit dilatih. Butuh metode khusus untuk menaklukannya.

Anjing Pharaoh Hound

Secara fisik, anjing ini terlihat sangat atletis dengan kaki jenjang dan tubuh yang tidak terlalu besar. Anjing Pharaoh Hound pun dikenal sebagai anjing yang cerdas, dengan keunikan bulu dan telinganya akan memerah saat sedang bahagia atau bersemangat.

Harga Pharaoh Hound cukup besar, mencapai 90 jutaan. Namun sama seperti Tibetan Mastiff, anjing yang masuk dalam kategori anjing penjaga ini dikenal cukup agresif. Selain itu, anjing ini pun termasuk keras kepala dan sulit diatur.

Anjing Akita

Selanjutnya, anjing yang memiliki harga jual di bawah seratus juta adalah anjing Akita. Harga pasarannya kurang lebih 60 juta atau setara dengan 4.500 Dollar Amerika.

Anjing Akita termasuk dalam anjing cerdas. Bahkan anjing ini pernah muncul dalam beberapa film Hollywood dan doge meme yang belakangan ini viral di dunia maya. Karena kecerdasannya ini, wajar jika banderol anjing Akita bisa mencapai 60 jutaan.

Anjing yang secara fisik mirip dengan siberian husky ini punya dua versi, Amerika dan Jepang. Untuk versi Jepang biasanya dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal.

Anjing Azawakh

Anjing Azawakh sebenarnya berasal dari Afrika. Namun di negara asalnya, anjing ini sudah jarang terlihat, dan lebih banyak dikembangkan di Amerika dan Kanada. Secara fisik, anjing ini bisa dikenali dari kakinya yang sangat panjang, dengan bentuk tubuh yang ramping.

Ciri fisik inilah yang membuat anjing Azawakh mampu berlari hingga 40 mph. Bahkan di beberapa negara, termasuk Dubai, Anjing ini kerap digunakan sebagai anjing balapan. Di toko hewan peliharaan, Anjing Azawakh dibanderol dengan harga sekitar 42 jutaan.

Anjing Lowchen

Anjing mungil ini bentuknya mirip seperti singa dengan bulu lebat dan tebal. Tingkahnya pun menggemaskan, sehingga layak dijadikan sebagai hewan peliharaan. Namun sayang, anjing yang berasal dari Jerman ini termasuk dalam kategori anjing langka.

Anjing yang dikenal sebagai peliharaan kaum bangsawan dari kerajaan Jerman, Inggris dan Prancis tersebut dibanderol dengan harga yang cukup mahal, lebih dari 40 jutaan.

Anjing Peruvian Inca Orchid

Jika di spesies kucing ada spiynx yang tidak punya bulu, anjing punya Peruvian Inca Orchid. Hewan menakjubkan ini nyaris tanpa bulu, dengan corak kulit yang unik. Karena tidak punya bulu, Anda wajib melindunginya dari sengatan sinar matahari dan udara dingin.

Di toko hewan peliharaan, anjing jenis ini biasanya dibanderol dengan harga sekitar 42 jutaan. Cukup mahal, tapi ini wajar karena keunikan dan kecerdasannya yang terbilang cukup tinggi.

Anjing Air Portugis

Anjing ini sangat unik karena bulunya yang panjang dan ikal. Anjing Air Portugis dikenal sebagai anjing pekerja keras, punya tenaga yang besar dan punya kemampuan hebat dalam berenang. Dulu, anjing ini kerap dimanfaatkan sebagai kurir antar kapal atau antar laut.

Kelebihan lainnya, Anjing Air Portugis termasuk dalam hewan berumur panjang, mencapai 10-14 tahun. Wajar jika anjing ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal, mencapai 40 jutaan.

Anjing Saluki

Anjing saluki merupakan ras anjing tertua, bahkan sudah ada sejak zaman Firaun. Anjing yang dikenal sebagai anjing kerajaan ini memiliki ciri fisik tubuh ramping dan tinggi, dengan bulu tebal yang menutupi hampir seluruh area telinga, ekor dan kaki.

Anjing ini sangat ramah, suka bergerak dan berumur panjang. Di pasaran, anjing Saluki dibanderol dengan harga 35 jutaan. Bagaimana, tertarik untuk memilikinya?

Berbagai Karakteristik Anjing Yang Perlu Diketahui

Inilah Jenis dan Ras Anjing yang Tergolong Pintar

Anjing merupakan hewan peliharaan yang banyak disukai karena kecerdasan dan kesetiaannya. Selain itu, beberapa orang pun menyukai ciri khas unik dari anjing. Ada yang suka karena warna bulunya yang unik, bentuknya yang cantik atau tampangnya yang garang.

Terlepas dari semua itu, ada hal yang harus Anda pelajari sebelum memutuskan memelihara anjing. Apapun jenisnya, berapapun harganya dan dari manapun asalnya, anjing punya karakteristik unik yang harus dipahami!

Beda Guard Dog, Watchdog dan Family Dog

Secara umum, ada 2 karakter anjing peliharaan, yakni guard dog dan family dog. Dari 2 jenis tersebut, ada sub varian dari guard dog yang dikenal dengan istilah watchdog. Meski sama-sama agresif dan patuh kepada tuannya, secara fungsi keduanya sedikit berbeda.

Khusus untuk guard dog, jenis ini merupakan anjing penjaga yang memang difungsikan sebagai penjaga, baik properti, hewan ternak atau bahkan menjaga majikannya (bodyguard).

Ada banyak jenis anjing yang bisa digunakan sebagai guard dog, misalnya anjing bullmastiff, rottweiler, doberman pinscher, komondor, german shepherd, giant schnauzer, rhodesian ridgeback, kuvasz, american staffordshire terrier dan lainnya..

Umumnya, karakter anjing penjaga ini lebih agresif dan sangat patuh kepada tuannya. Mereka pun mampu menerima perintah, dan berani bertaruh apapun demi tuannya. Namun perlu diingat, guard dog akan jadi anjing penjaga, setelah melewati masa pelatihan.

Meskipun begitu, menurut dokter hewan, drh Rajanti Fitriani, anjing penjaga ini sebaiknya tidak dilatih untuk jadi one man dog, atau anjing yang hanya bersikap ramah kepada tuannya saja. Namun mereka pun harus dilatih untuk ramah kepada orang lain.

Sementara untuk watchdog atau anjing pengawas. Jenis ini umumnya digunakan sebagai alarm untuk memberi peringatan kepada pemiliknya terkait kondisi yang tidak biasa dan cenderung berbahaya, misalnya ancaman pencurian, penyusup dan lainnya.

Anjing pengawas umumnya akan menyalak sebagai bentuk peringatan dini, meski pada akhirnya mereka pun akan menyerang. Beberapa contoh anjing yang cocok digunakan sebagai watchdog adalah, scottish terrier, miniature schnauzer, west highland white terrier, dan lainnya.

Dalam beberapa kondisi, watchdog pun bisa difungsikan sebagai guard dog. Tentu saja ini bisa dilakukan setelah anjing tersebut melewati rangkaian proses pelatihan khusus.

Family Dog Yang Ramah dan Pintar

Sesuai dengan namanya, family dog merupakan jenis anjing yang lebih ramah kepada siapapun. Bahkan beberapa jenis anjing yang masuk dalam kategori family dog, kerap dijadikan sebagai pengasuh anak. Umumnya, jenis ini bisa bebas berkeliaran di area rumah, tanpa diikat.

Secara umum, anjing yang cocok masuk dalam kategori family dog, harus siap dengan segala keriuhan rumah. Mereka harus siap saat ekornya ditarik, atau telinganya dijewer anak-anak. Mereka pun harus bisa bersahabat dengan tamu yang tidak dikenal, dan lainnya.

Ciri khas lainnya dari family dog adalah, mereka umumnya senang bermain dan tidak sensitif. Beberapa contoh anjing jenis family dog adalah, bichon frise, newfoundland, collie, bull terrier, boxer, beagle, labrador retriever, golden retriever dan jenis lainnya.

Tapi sama seperti jenis anjing lainnya, untuk menjadi family dog yang seutuhnya, mereka harus diberi pelatihan. Apalagi jika Anda berencana menjadikan mereka sebagai penjaga anak-anak, atau bahkan babysitter. Tentu metode pelatihan yang harus mereka tempuh jauh lebih kompleks dan intens.

Tidak Ada Anjing Galak!

Pernah melihat peringatan ‘Awas Anjing Galak!’. Ya, peringatan tersebut biasanya dipasang di luar pagar atau gerbang sebuah rumah. Tentu saja ini bertujuan agar orang yang berniat untuk ‘masuk secara diam-diam’, mengurungkan niatnya.

Tapi percayalah, ungkapan tersebut sangat berlebihan. Menurut Karin Franken, aktivis penyayang anjing dan pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), menegaskan tidak ada anjing galak. Setiap ras anjing punya ciri khas dan karakter tersendiri dalam mempertahankan wilayahnya.

Ada anjing yang lebih cuek, penasaran, tapi ada juga yang memang sangat sensitif dan mudah curiga pada orang asing yang memasuki wilayahnya.

Dalam bereaksi, anjing biasanya hanya ingin mengusir tamu tak diundang. Biasanya, mereka akan mengintimidasi lewat gonggongan dan geraman, hingga mengejar sampai orang asing tersebut sampai keluar dari wilayah kekuasaannya.

Namun harus diakui, ada juga anjing yang memang ditugaskan untuk menyerang dan bersikap agresif sesuai dengan perintah majikannya. Tidak hanya di dalam wilayah kekuasaannya, di luar wilayah kekuasaannya pun mereka bisa bersikap agresif.

Biasanya, jenis ini merupakan anjing yang memang dilatih khusus sebagai guard dog atau anjing penjaga, military dog atau anjing yang dikembangkan khusus untuk tujuan keamanan.

Singkat kata, karakter anjing terbentuk sesuai dengan pelatihan dan sikap yang dilakukan oleh pemiliknya. Anda bahkan bisa menjadikan guard dog, menjadi family dog, meski hasilnya mungkin tidak akan maksimal. Tapi setidaknya, dia akan lebih ramah pada orang asing!

Perawatan untuk Kucing Pasca Melahirkan

Perawatan untuk Kucing Pasca Melahirkan
Perawatan untuk Kucing Pasca Melahirkan

Perawatan untuk Kucing Pasca Melahirkan

Saat memiliki kucing di rumah, tentu Anda akan melakukan apapun hal apapun agar kucing kesayangan. Apalagi jika Anda mempunyai kucing betina di rumah. Dalam hal perawatan kucing betina memerlukan perawatan yang lebih kompleks. Selain dari segi perawatan, makanan pun juga harus sangat diperhatikan. Misalnya saja, jika kucing betina Anda hamil dan melahirkan. Biasanya perawatan kucing betina sehabis melahirkan akan sangat berbeda dari yang tidak melahirkan. 

Masa kehamilan kucing betina biasanya berkisar antara 65 hingga 67 hari. Kucing betina yang sedang mengandung juga mempunyai bentuk tubuh yang berbeda. Jika bakal calon anak kucing itu berjumlah banyak biasanya induk yang mengandung memiliki postur tubuh dengan perut sangat besar. Selain itu kondisi psikis juga berbeda antara kucing betina yang satu dengan lainnya. Langkah-langkah persiapan harus dilakukan supaya pada saat terjadinya kelahiran kucing kesayangan Anda tidak mengotori ruangan rumah yang Anda tinggali.

Teknik melahirkan juga perlu diantisipasi apakah diperlukan melahirkan normal atau dengan bantuan manusia. Hal lain adalah mempersiapkan kondisi menyusui yang mendukung untuk anak-anak kucing. Seperti halnya manusia, antibodi air susu dari induk kucing mempunyai peran yang penting bagi tumbuh kembang anak-anak kucing yang baru lahir. Untuk itu, induk kucing memerlukan nutrisi yang baik. Nutrisi yang baik terdapat pada makanan yang tinggi serah dan bergizi. Berikut beberapa perawatan untuk kucing pasca melahirkan:

1. Membersihkan Tubuh Kucing secara Berkala

Perawatan yang satu ini mutlak dilakukan agar kondisi tubuh induk dan anak-anak kucing menjadi bersih. Biasanya setelah melahirkan tubuh induk kucing lebih terlihat kotor dari biasanya. Bulu-bulu kucing terlihat sangat lengket. Jika tubuh kucing dalam keadaan kotor hal itu akan berdampak pada kesehatan kulit induk dan anaknya. Jika Anda tidak ingin kucing kesayangan Anda menderita penyakit kulit pastikan kebersihan tubuhnya selalu dijaga. Caranya, Anda dapat mencuci bulu-bulu dengan lap basah.

2. Perawatan Tempat

Setelah melahirkan biasanya induk kucing terlihat lebih sensitif. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan tempat istirahat yang paling nyaman. Jauhkan dari suara gaduh apapun dan tidak mengganggu hewan lainnya. Lapisi tempat istirahat kucing dengan handuk atau kain kering. Gantilah kain atau handuk jika sudah terlihat kotor dan basah. Induk dan anak-anak kucing yang baru lahir akan lebih nyaman jika tempat tinggal mereka bersih dan kering. Selain itu, tempat makan dan minum juga harus diperhatikan tingkat kebersihannya.

baca juga : Cara Ampuh Mengatasi Anjing yang Agresif

3. Pemeriksaan Penyakit setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, induk kucing kesayangan Anda biasanya memiliki beberapa masalah terkait dengan kesehatannya. Induk kucing bisa memiliki penyakit yang cukup berbahaya. Penyakit-penyakit tersebut misalnya saja, mastitis, hypocalcemia serta endrometitis. Penyakit mastitis adalah jenis penyakit infeksi kelenjar susu yang dapat terjadi karena produksi susu induk kucing kental dan tersumbat.

Ditandai dengan putting susu terasa panas dan membengkak. Hypocalcemia adalah kurangnya kalsium pada saat kucing hamil dan menyusui. Ditandai dengan kejang dan gelisah. Sedangkan endrometitis adalah infeksi yang terjadi pada uterus dan ditandai dengan demam, lemas, produksi air susu sedikit. Sehingga, diperlukan pemeriksaan khusus untuk kucing yang baru saja melahirkan.

4. Tambahkan porsi makanan

Hal ini wajar terjadi pada induk kucing setelah melahirkan. Hal itu terjadi, karena induk kucing memerlukan banyak kalori yang kemudia nantinya akan diserap oleh anak-anak kucing yang menyusu. Anda dapat menambah porsi makanan pada induk kucing dengan tetap menjaga kebersihan dan gizinya. Anda juga dapat menambah makanan khusus untuk induk yang sedang menyusui. Hal itu dilakukan agar anak-anak kucing mendapatkan gizi yang seimbang. Bila perlu, konsultasikan dan minta resep makanan induk yang menyusui pada dokter hewan Anda.

5. Pemberian vitamin

Pemberian vitamin tambahan dapat membantu induk kucing agar cepat pulih dan mengoptimalkan perkembangan induk dan anak-anak kucing. Ada beberapa vitamin yang dibutuhkan induk kucing. Seperti kalsium, mineral, zat besi fosfor, serta natrium. Tetapi yang perlu Anda ingat jangan memberikan vitamin dengan dosis dan takaran yang tidak pas. Hal tersebut dapat memicu penyakit lain yang mungkin akan merugikan tubuh kucing.

6. Menjaga intensitas interaksi

Induk kucing rentang mengalami stress pasca melahirkan. Induk kucing akan merasa terganggu jika ada banyak interaksi baik dari hewan lain atau anggota keluarga di rumah Anda. Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda menjaga jarak dan mengurangi intensitas mengunjungi induk dan anak-anak kucing. Jika perlu, Anda hanya perlu mengunjungi kucing kesayangan jika mengganti tempat tidur, memberi makanan ataupun membersihkan tubuh kucing. Tetapi pastikan juga memperhatikan kondisi kucing apabila sewaktu-waktu kucing butuh bantuan.

7. Jauhkan Induk Kucing Dengan Pejantan

Biasanya sekitar 4 minggu pasca melahirkan induk kucing mulai menyapih anak-anaknya. Sehingga kalori yang dibutuhkan agak berkurang. Usahakan Anda menjauhkan kucing jantan dengan induk kucing yang baru melahirkan. Hal itu dikarenakan induk tubuh kucing betina setelah melahirkan akan mudah memanas dan terangsang. Jika Anda tidak ingin kucing Anda hamil kemudian menelantarkan anak-anaknya, sebaiknya jauhkan dari pejantan. Jika induk kucing cepat hamil dikhawatirkan berdampak pada tubuhnya karena belum sehat.

8. Jangan Pisahkan Anak Kucing dengan Induknya

Usahakan jangan pisahkan anak kucing dengan induknya. Hal tersebut akan membantu anak-anak kucing dalam segi perawatan. Induk kucing biasanya membersihkan sisa-sisa plasenta yang menempel pada anaknya. Hal itu diperlukan agar anak-anak kucing bersih dan kemudian dalam kondisi kering. Selain itu, anak-anak kucing juga masih tergantung dengan induknya. Seperti butuh menyusu dan kehangatan agar tidak mati kedinginan.

9. Melatih Pergerakan Induk Kucing dan Anak-Anaknya

Anda dapat melatih induk kucing dan anak-anaknya setelah melahirkan dengan cara mengajaknya bermain setelah berumur 4 mingguan. Caranya, Anda dapat membuat mainan sederhana untuk merangsang pergerakan kucing kesayangan. Tetapi yang perlu diingat, latihan diadakan sesuai porsi umur anak-anak kucing. Tingkatkan pelatihan pergerakan setiap bulannya. Hal itu dilakukan agar pergerakan otot dan syarafnya berkembang cepat. Agar lebih nyaman gunakan mainan dari bahan yang lembut dan cocok untuk kucing.

Induk kucing yang habis melahirkan memang harus mendapatkan perlakuan yang intensif dari pemiliknya. Karena seperti halnya manusia, induk kucing juga mengalami berbagai implikasi yang harus segera ditangani setelah melahirkan. Jangan lupa, jika mengalami kesulitan konsultasikan dengan dokter secara berkala agar Anda dapat terbantu dengan pemberian vitamin dan tips-tips kesehatan yang sesuai dengan kondisi kucing pasca melahirkan. Selain itu, melakukan cek up sebulan sekali akan membantu pertumbuhan dan perkembangan kucing.

Sehingga kucing kesayangan Anda bisa tumbuh sehat. Demikian artikel tentang perawatan untuk kucing pasca melahirkan. Semoga pembahasan pada artikel ini dapat memberi ilmu dan inspirasi dalam hal merawat induk kucing dan anaknya pasca melahirkan. Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, hubungi saja Caesar Jac’o Pet Care disini, untuk menjaga kucing pasca melahirkan.

Cara Ampuh Mengatasi Anjing yang Agresif

Cara Ampuh Mengatasi Anjing yang Agresif
Cara Ampuh Mengatasi Anjing yang Agresif

Cara Ampuh Mengatasi Anjing yang Agresif

Apakah Anda pecinta anjing? Atau Anda tinggal di kompleks yang banyak memelihara anjing? Terkadang Anda mungkin sering dibuat merasa khawatir atau tidak aman kepada perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi tidak terkontrol. Hal itu wajar, karena anjing memang jenis binatang yang terkadang menunjukkan perilaku yang agresif. Perilaku agresif tentu ada banyak penyebabnya. Stress menjadi pemicu utama pada anjing yang tiba-tiba menjadi agresif. Biasanya anjing tersebut tidak ramah pada siapapun jika merasa tidak aman.

Selain itu penyebab anjing sering memunculkan perilaku agresifnya adalah kurangnya proses sosialisasi pada lingkungannya. Pemilik anjing memang merawat anjingnya dengan baik, tetapi kurang memperhatikan faktor psikis bagi anjing yang dirawatnya. Banyak kasus terjadi anjing agresif bahkan sampai melukai temannya karena kurang diajak bergaul dengan lingkungannya. Sifat binatang apapun sebenarnya liar, tetapi jika ada komunikasi yang baik dan pola asuh yang benar anjing akan bisa lebih di atur dan penurut.

Penyebab Anjing menjadi Agresif

Selain stress dan kurangnya sosialisasi, ada banyak lagi alasan anjing bersifat agresif. Salah
satu penyebab lain anjing menjadi agresif dan sulit dikendalikan adalah adanya penyakit tertentu pada anjing. Penyakit yang dirasakan di bagian tertentu dapat memicu keagresifan seekor anjing terhadap lingkungan sekitarnya. Baik itu kepada manusia maupun sesama anjing lainnya. beberapa penyakit yang biasanya bersemayam di tubuh seekor anjing adalah rabies, tumor otak, penyakit kelenjar.

Jika Anda menemukan anjing yang Anda pelihara menunjukkan tanda-tanda kesakitan cobalah periksa pada dokter hewan terdekat. Bila memang terbukti sakit, Anda dapat mengatasinya dengan perawatan yang tepat. Perawatan intensif menjadi solusi agar penyakit dan dampaknya bisa diatasi seminimal mungkin. Disamping itu, anjing bisa agresif karena mengalami ketakutan yang besar.

Semua makhluk hidup di bumi memiliki cara bertahan masing-masing ketika dirinya merasa terancam oleh sesuatu. Anjing pun demikian, dia akan merasa sangat ketakutan bila ada bahaya dan ancaman yang dapat membahayakan nyawanya. Anjing biasanya membuat pertahan dengan berperilaku agresif. Pada kasus anjing kecil biasanya mereka cenderung kurang agresif jika terancam karena ada induknya yang masih setia menjaga.

baca juga : Cara Mengatasi Kucing yang Keracunan

Anjing bisa juga agresif saat mereka ingin menguasai wilayah tertentu. Jika Anda mempunyai anjing peliharaan yang  nampak sehat dan tidak terlihat keganjalan tetapi sering menggeram Anda mungkin dia sedang mempertahankan daerah kekuasaannya. Misalnya saja, saat ada anjing lain atau manusia mendekati tempat makan, tempat tidur dan daerah kekuasaannya anjing akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan daerahnya dari objek yang
dianggap musuhnya.

Sifat memonopoli kadang ditunjukkan anjing jika ingin menguasai daerah teritorinya. Jika sudah begitu, sebaiknya Anda berusaha tidak mendekat atau menghalau gangguan lain yang mungkin akan membuat anjing kesayangan Anda marah dan berubah menjadi agresif. Usahakan menghindari daerah yang dianggap “rumah kekuasaannya”. Apalagi saat kondisi lingkungan yang berubah.

Misalnya saja ada anggota baru di rumah. Bisa manusia ataupun hewan baru sebagai anggota keluarga baru. Hal tersebut membuat anjing menjadi terancam dan berubah menjadi agresif. Jika memang ada anggota baru sebaiknya perkenalkan terlebih dahulu. Pembiasaan yang dilakukan dapat membuat anjing lebih bersikap tenang dan penurut kepada pemiliknya ataupun orang yang ada di sekitarnya.

Ketika ada orang yang berlari saat melihat anjing, ini justru bisa membuatnya bertindak agresif. Maka dari itulah, sebaiknya jangan pernah berlari ketika ada anjing lewat. Hal itu akan membuat si anjing merasa terancam dan malah mengejar seseorang yang berlari menjauh darinya. Tipsnya adalah ketika Anda bertemu anjing usahakan jangan lari. Tetap santai dan sebisa mungkin hindari kontak mata. Hal tersebut dirasa lebih aman untuk seseorang
yang memang memiliki ketakutan terhadap anjing.

Itulah beberapa penyebab anjing menjadi tiba-tiba sangat agresif. Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengatasi anjing yang agresif. Untuk itu ada beberapa cara mengatasi anjing yang agresif. Yang perlu Anda ingat adalah pelatihan untuk anjing ini memerlukan banyak waktu dan kesabaran yang
lebih. Berikut akan dijabarkan cara mengatasi anjing yang agresif, antara lain:

1.  Membuat Rumah Anjing yang Aman

Jika Anda mempunyai anjing kesayangan dan menunjukkan sikap agresif Anda perlu membuat rumah anjing yang memenuhi standar pengamanan. Hal itu dilakukan agar anjing Anda yang agresif tidak membahayakan orang lain ataupun anjing lainnya. Periksalah pagar secara berkala untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja jika tiba-tiba terjadi kerusakan. Selain itu, perawatan yang kontinyu agar anjing tidak semakin depresi dan bertingkah agresif.

2.  Pasangkan Alat Pengaman pada Tubuh Anjing

Ketika Anda ingin mengajak anjing kesayangan jalan-jalan untuk bersosialisasi pastikan pengaman untuk anjing selalu Anda kenakan pada tubuh anjing. Hal tersebut untuk menghindari anjing Anda tiba-tiba menjadi agresif dan sulit dikendalikan. Anda bisa memasang tali rantai di leher untuk mengendalikan anjing kesayangan Anda. Jika dirasa perlu, Anda juga dapat memasangkan berangus atau muzzle. Pilihlah model muzzle yang sesuai dengan moncong anjing agar anjing Anda masih merasa nyaman.

3.  Pelatihan Desensitisasi

Pelatihan desensitisasi adalah pelatihan pada anjing yang bertujuan menunjukkan pada anjing hal-hal yang dia takuti dalam cara yang tidak intens. Teknik ini melatih anjing agar menjalani pelatihan secara pelan namun pasti. Awalnya memang anjing Anda akan sedikit frustrasi dan merasa ketakutan. Tetapi lama kelamaan proses pelatihan akan menunjukkan hasil. Jangan lupa beri hadiah jika latihannya menunjukkan peningkatan.

4.  Mencoba Memahami Perilaku yang Memicu Keagresifan Anjing

 Ketika Anda mempunyai anjing kesayangan atau di lingkungan Anda terdapat banyak anjing peliharaan Anda perlu mengantisipasi hal-hal yang dapat memicu keagresifan. Sebaiknya Anda
memahami perilaku yang dapat memicu keagresifan anjing dengan berbagai cara. Anda
bisa memikirkan mengenai apa yang memicunya. Misalnya, perilaku tersebut dapat
terjadi jika dia terancam atau merasa tidak aman. Ketika Anda sudah dapat
mengenali pemicunya, akan lebih mudah untuk melatih mengatasi rasa takutnya.

5.  Konsultasi kepada Ahli atau Dokter Hewan

Untuk meningkatkan keberhasilan latihan Anda bisa berkonsultasi pada ahlinya. Perilaku agresif disebabkan oleh banyak faktor. Jika Anda berkonsultasi, Anda dapat mengantongi
beberapa alternatif pencegahan yang lebih dapat berjalan maksimal. Selain itu,
Anda dapat meminta bantuan konsultasi tentang tips dan trik mengenali pemicu
keagresifan pada anjing. Misalnya saja, tips memahami psikis anjing dengan
melihat bahasa tubuh pada anjing.

Selain beberapa hal di atas, sebisa mungkin ubah lingkungan yang dapat memicu keagresifan anjing menjadi lebih parah. Jika Anda kesulitan melatih anjing karena memang membutuhkan  waktu yang relatif lebih lama, setidaknya Anda dapat mengubah lingkungan di sekitar anjing. Lingkungan yang kondusif dan aman dapat mengurangi tingkat keagresifan pada anjing. Misalnya saja, Anda membuat rumah anjing yang nyaman, makanan kesukaannya, dan interaksi yang intens antara majikan dengan anjing.

Cara Mengatasi Kucing yang Keracunan

Cara Mengatasi Kucing yang Keracunan
Cara Mengatasi Kucing yang Keracunan

Cara Mengatasi Kucing yang Keracunan

Kucing rumahan yang notabene di rawat oleh pemiliknya tentu memiliki cara hidup dan bertahan yang berbeda dengan kucing liar. Kucing peliharaan lebih banyak bergantung dari pemiliknya. Sebagian besar kucing kesayangan memerlukan perawatan yang ekstra. Hal tersebut berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan. Tetapi, hasil yang didapatkan juga selayaknya kondisi kucing peliharaan rumah.

Tetapi terkadang Anda lupa beberapa hal yang dianggap sepele tapi cukup penting. Salah satu diantaranya adalah cara mengatasi kucing yang keracunan. Hal ini sebenarnya biasa terjadi karena kucing adalah hewan yang suka mencoba hal apapun yang ditemuinya termasuk memakan apapun yang bisa terlihat seperti makanan. Hal itulah yang terkadang membuat kucing kesayangan Anda mengalami keracunan. Keracunan dapat terjadi karena insektisida, obat-obatan manusia, tanaman beracun, makanan beracun, serta zat kimia.

Ciri-Ciri Kucing Keracunan

Nah, lalu bagaimana cara Anda mengatasi kucing kesayangan yang keracunan. Sebelumnya Anda perlu tahu bahwa kucing rentang mengalami keracunan. Pola asuh dan perawatan juga sangat berpengaruh. Di sini nanti akan dibahas secara rinci bagaimana cara mengatasi kucing yang keracunan. Tapi sebelum itu, alangkah baiknya Anda tahu terlebih dahulu apa saja penyebab yang membuat kucing kesayangan bisa menjadi keracunan. Berikut ciri-ciri kucing keracunan yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Muntah

Terjadinya muntah pada kucing merupakan awal pertanda kucing mengalami kondisi tubuh yang tidak baik. Memang benar, muntah bukan berarti kucing Anda pasti mengalami keracunan. Tetapi tidak ada salahnya mengantisipasi jikalau mungkin kucing kesayangan Anda sedang terindikasi keracunan. Entah keracunan tingkat sedang atau parah pasti tubuh kucing memberikan peringatan seperti muntah.

Hal itu terjadi karena lambung pada kucing tidak bisa menerima makanan atau benda yang baru saja masuk ke pencernaannya. Jika benar terjadi keracunan lambung kucing akan otomatis bereaksi. Akhirnya kucing memuntahkan apapun yang tidak bisa dicerna oleh lambungnya. Saat ini terjadi, dibutuhkan perhatian khusus agar kucing tidak sampai dehidrasi. Karena saat kucing dehidrasi, ini bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Diare

Indikasi kedua yang bisa Anda amati adalah kucing yang diare atau berak terlalu sering. Jika terindikasi keracunan biasanya kucing akan sulit mencerna makanannya yang kemudian di proses oleh lambung tapi tidak maksimal. Maka dari itu terjadilah diare. Namun, bisa saja diare pada kucing tidak karena keracunan. Oleh karena itu sebaiknya, jika diare tidak kunjung mereda ada baiknya Anda periksakan kepada dokter hewan. Sehingga penyebab diare dapat diketahui dengan cepat.

baca juga : Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Pet Training

3. Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri lainnya kucing Anda mengalami keracunan adalah buang air kecil terus menerus. Mungkin ini sepele tapi bisa jadi indikator kucing Anda keracunan. Anda bisa mengamati perilaku kucing sehari-hari. jika memang kucing kesayangan Anda sering buang air kecil, segera mungkin melakukan antisipasi agar keracunan tidak terjadi terlalu parah. Keseringan buang air kecil pertanda tubuh mengalami hal yang tidak semestinya. Buang air kecil juga sebagai bentuk pertahanan diri dari penyakit yang sedang menyerang pada tubuh kucing.

4. Kucing Susah Bernapas

Jika kucing Anda mengalami sesak napas kemungkinan terjadi keracunan sangat besar. Kucing yang mengalami susah bernapas biasanya keracunan udara di sekitarnya ataupun pada kulit kucing yang bersentuhan dengan sesuatu. Udara di sekitar terkadang memang kurang steril untuk kucing. Misalnya saja, jika ada penyemprotan atau udara tercemar zat kimia. Akibatnya kucing menjadi keracunan udara. Parahnya kucing dapat sulit bernapas. Jika itu terjadi, pasang alat bantu pernapasan atau segera bawa ke dokter hewan.

5. Kondisi Kucing Lemas dan Tidak Bertenaga

Ciri-ciri terakhir yang dapat dibahas adalah kondisi kucing terlihat lemas jika terjadi keracunan. Hal itu akibat kucing mengalami keracunan. Saat terjadi keracunan kucing biasanya kekurangan energi karena efek sampingnya seperti diare atau muntah dapat menguras energi pada kucing. Jika hal itu terjadi, usahakan jangan biarkan kucing Anda dehidrasi. Berilah minuman yang cukup agar tubuhnya tidak terlalu nampak lemas. Selain itu, ciri lainnya yang dapat langsung Anda amati adalah pada lidah dari kucing.

Cara Mengatasi Kucing Keracunan

Kucing keracunan biasanya memiliki lidah yang kebiruan dan mengeluarkan air liur yang lebih banyak dari biasanya. Seperti yang sudah dibahas di atas, faktor keracunan bisa terjadi karena beberapa hal. Entah itu dari makanan ataupun dari benda-benda di sekitar kucing yang sebenarnya membahayakan. Usahakan Anda meletakkan benda-benda rawan keracunan jauh dari jangkauan.

Misalnya saja, jangan sampai kucing Anda meminum zat kima pembersih lantai. Selain itu, jauhkan dari tanaman yang mengandung racun karena biasanya kucing penasaran untuk mendekatinya. Setelah dibahas faktor dan ciri-ciri kucing bisa keracunan selanjutnya akan dibahas tentang cara mengatasi kucing yang keracunan. Kira-kira apa saja cara mengatasinya? Berikut akan dijabarkan:

1. Mengidentifikasi Racun

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengidentifikasi zat atau apapun yang masuk ke dalam pencernaan kucing. Anda bisa memulai identifikasi dengan mengingat-ingat makanan atau benda apa yang dimakan kucing Anda. Hal tersebut akan lebih membantu Anda menentukan pertolongan yang tepat pada kucing. Jika Anda tidak tahu dan bingung, segera bawa kucing ke dokter hewan agar mendapatkan pertolongan pertama.

2. Memberi Pertolongan Pertama

Jika Anda sudah mengidentifikasi dan menemukan penyebabnya, langkah kedua adalah mengenali gejala keracunan. Misalnya saja kucing Anda sering diare berikan pertolongan pertama dengan memberikan minum dengan porsi yang cukup dan berikan perawatan obat agar diarenya mereda. Selain itu Anda dapat mencoba memberikan susu atau air kelapa dan kuning telur.

Bahan-bahan tersebut sejatinya menetralisir racun untuk tersebar cepat ke seluruh tubuh. Jika kucing berontak, Anda dapat menggunakan pipet untuk memasukkan air penetral racun tersebut agar masuk ke pencernaannya. Dengan begitu, pertolongan pertama bisa segera dilakukan. Agar nantinya kucing bisa segera sehat kembali dan keracunan yang terjadi tidak semakin parah.

3. Bawa Kucing Ke Area yang Udaranya Bagus

Kucing yang keracunan biasanya menunjukkan ciri-ciri susah bernapas dengan baik. Hal ini bisa menjadi hal sepele tapi penting Anda lakukan. Usahakan bawa kucing Anda pad area udara yang bagus dan bersih dengan pencahayaan yang memadai pula. Tetapi yang perlu diingat adalah jangan membiarkan kucing sendirian. Jika perlu awasi secara intensif kucing kesayangan Anda. Gunakan sarung tangan atau pakaian panjang agar menghindari keagresifan pada kucing saat terjadi keracunan.

4. Segera Singkirkan Sisa Muntahan Racun yang Dikeluarkan

Langkah selanjutnya jika kucing Anda terindikasi keracunan Anda dapat segera menyingkirkan sisa muntahan yang terkontaminasi dengan racun. Ada baiknya Anda menggunakan pelindung agar terhindar dari dampak racun yang berbahaya. Selain itu jika Anda penasaran tentang bagaimana kucing Anda bisa keracunan Anda dapat membawa sampel untuk diteliti pada dokter hewan. Di sarankan Anda tetap kontak dengan dokter hewan atau hubungi CAESAR JAC’O PET CARE untuk penanganan lebih lanjut.

Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Pet Training

Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Pet Training
Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Pet Training

Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Pet Training

Saat ini hampir setiap hewan peliharaan membutuhkan pet training. Agar hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing lebih patuh terhadap pemiliknya. Karena pet training ini berguna untuk memberikan latihan mental pada hewan peliharaan sekaligus sebagai ajang olahraga untuk mereka agar mereka lebih bugar. Bagi pecinta dog and cat show, pet training bisa membuat anjing dan kucing terlihat lebih berkualitas di mata hewan ras lainnya.

baca juga : Cara Asyik dan Aman Mengajak Hewan Peliharaan Traveling

Salah satu alat yang digunakan untuk melatih hewan peliharaan adalah pet clicker. Clicker ini adalah alat yang bisa dipakai untuk melatih semua jenis binatang peliharaan. Yaitu, kucing, anjing, musang, dan burung. Clicker ini bisa dijadikan sebagai alat yang dapat memberitahukan binatang peliharaan Anda tentang apakah yang dilakukannya sudah benar atau tidak. Sehingga, binatang peliharaan cepat tanggap dalam mempelajari suatu hal.

Alasan Memilih Clicker

Clicker ini adalah alat yang memiliki suara yang mudah diingat. Bunyinya juga lebih stabil. Berbeda sekali dengan suara siulan dari manusia yang kadang bisa berubah-ubah. Dengan clicker, Anda bisa mengajarkan hewan peliharaan Anda tanpa harus memarahinya. Sehingga, alat ini baik sekali untuk memperbaiki tingkah laku bintang peliharaan Anda di rumah.

Cara Melatih Hewan Peliharaan dengan Clicker

Untuk melatihnya, Anda bisa menyiapkan snack khusus kesukaan binatang peliharaan Anda dulu. Kemudian, latih mereka agar mereka tahu bahwa saat Anda menekan clicker ini, artinya mereka akan mendapatkan hadiah dari Anda. Pencetlah clicker sambil memberikannya snack sebagai hadiah. Ulangi hingga 10 kali. Pastikan pet Anda paham dengan pemakaian clicker ini.

Bila mereka merespon dan mendatangi Anda, artinya mereka sudah paham dengan cara kerja clicker ini. Barulah kemudian Anda bisa memberikannya perintah. Misalnya saja, meminta mereka untuk duduk. Saat mereka berhasil duduk, tekan clicker dan berikan sebuah snack agar mereka tahu bahwa Anda telah memintanya untuk duduk. Saat Anda berhasil mengajarkan 1 trik, cobalah untuk mengajarkan trik lainnya.

Namun, jika Anda merasa terlalu sibuk untuk mengajarkan binatang peliharaan Anda, Anda bisa mengunjungi Caesar Jac’o Dog & Cat School. Cukup daftarkan pet Anda disini, maka binatang peliharaan Anda akan diberikan metode pelatihan yang lengkap tanpa kekerasan. Jadi, setiap hewan akan diajak untuk belajar sambil bermain. Agar anjing dan kucing semakin pintar dan percaya diri.

Cara Asyik dan Aman Mengajak Hewan Peliharaan Traveling

Cara Asyik dan Aman Mengajak Hewan Peliharaan Traveling
Cara Asyik dan Aman Mengajak Hewan Peliharaan Traveling

Cara Asyik dan Aman Mengajak Hewan Peliharaan Traveling

Memiliki binatang peliharaan adalah moment yang membahagiakan bagi sebagian besar pemiliknya. Namun, saat memiliki binatang peliharaan, melakukan traveling bisa menjadi dilema tersendiri. Karena saat pemilik pergi dalam waktu yang lama, itu artinya mereka harus meninggalkan binatang peliharaannya sendiri. Sehingga, ini bisa membuat traveling terasa tidak tenang dan selalu kepikiran.

Maka dari itulah, solusinya adalah dengan mengajak mereka traveling bersama. Namun sebelum itu, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini. Agar liburan tetap terasa nyaman dan aman, dan binatang peliharaan Anda juga tetap sehat setelah liburan. Dibawah ini adalah beberapa tips traveling bersama hewan peliharaan agar lebih aman dan menyenangkan, antara lain:

baca juga : Pentingnya Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan Ini Jangan Diabaikan

  1. Sebaiknya perhatikan tingkah laku hewan peliharaan Anda. Apakah mereka mudah beradaptasi? Apakah mereka bisa tetap tenang ketika bertemu dengan orang lain, ataukah hanya diam saja, atau justru malah menggonggong dan kebingungan. Bila hewan peliharaan Anda takut orang dan tidak bisa dekat dengan orang lain, sebaiknya berpikirkan dua kali jika ingin mengajaknya berlibur.
  2. Ada baiknya carilah hotel dan restoran yang ramah dengan hewan peliharaan. Maka dari itulah, browsing dan catat dulu 2 hal ini sebelum berangkat traveling. Sehingga, ketika Anda ingin makan, Anda bisa mengajak mereka juga untuk ikut serta. Setidaknya dengan begitu, hewan peliharaan dan pemiliknya bisa sama-sama merasakan kenyang dan nyaman saat liburan.
  3. Jangan lupa bawa makanan peliharaan dan peralatannya. Karena jika terlupa bisa membuatnya kelaparan dan rewel. Dan ada baiknya jika memilih tempat wisata yang pasti disukai oleh hewan peliharaan Anda. Misalnya saja seperti taman atau lokasi outdoor. Sehingga, Anda dan hewan peliharaan Anda bisa menikmati waktu bersama dengan santai.

Namun, bila beberapa hal di atas tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan jasa Caesar Jac’o Pet Delivery. Dimana Anda bisa membuat binatang peliharaan Anda tetap merasa nyaman saat sampai di lokasi tujuan wisata Anda.  Anda bisa menggunakan jasa pet delivery ini disini. Sehingga, Anda bisa mengajak bintang peliharaan Anda traveling tanpa membuat Anda kerepotan saat membawanya selama perjalanan berlangsung.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan Ini Jangan Diabaikan, Ini Alasannya!

Pentingnya Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan Ini
Pentingnya Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan Ini

Pentingnya Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan Ini Jangan Diabaikan, Ini Alasannya!

Grooming adalah salah satu perawatan khusus yang diberikan untuk anjing dan kucing agar selalu bersih, cantik, sehat, dan terbebas dari segala macam parasit dan penyakit kulit. Kegiatan grooming ini bisa meliputi, membersihkan dan merapikan bulunya, membersihkan mata, telinga, gigi, dan hidungnya. Kemudian, memandikannya dan memotong kukunya. Dengan begitu, dijamin binatang peliharaan Anda akan selalu sehat.

Alasan Hewan Peliharaan Harus Digrooming

Jadi, pet grooming itu sangat penting sekali untuk hewan peliharaan Anda. Salah satunya adalah bisa membuat hewan selalu prima, sehat, bersih, dan terlihat lebih cantik. Setidaknya, dengan rutin melakukan grooming akan membuatnya terhindar dari segala macam infeksi parasit dan penyakit kulit. Dengan grooming juga bisa membuat bulu kucing semakin sehat, kuat, dan lebih indah.

Bulu hewan peliharaan yang mengkilap dan kedap air bisa membuatnya tetap hangat dan melindungi mereka dari segala macam infeksi pada kulit. Tak hanya itu saja, grooming juga bisa membuat hewan peliharaan merasa sejuk ketika cuaca panas sedang berlangsung. Grooming juga bisa membuat Anda mengetahui bagaimana kondisi tubuh kucing. Apakah ada gangguan kesehatan ataupun kelainan pada tubuhnya.

baca juga : Kenali Penyebab Masalah pada Kulit Hewan Peliharaan dan Solusinya!

Untuk pemilik hewan peliharaan berbulu tebal dan lebat, grooming bisa membantu binatang peliharaan Anda agar terhindar dari hair ball. Dimana bulu yang tertelan saat membersihkan tubuhnya bisa lebih diminimalisir. Karena saat bulu tersebut tidak dikeluarkan, bulu ini bisa masuk ek dalam perut dan bersarang di usus. Akibatnya, terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka dari itulah, jika Anda merasa kesulitan untuk grooming binatang peliharaan Anda sendiri, coba saja bawa hewan peliharaan Anda ke Caesar Jac’o Grooming & Salon. Silahkan lakukan booking service disini. Sehingga, hewan peliharaan Anda segera digrooming. Untuk grooming disini meliputi memandikan dengan shampoo hypoallergenic. Sehingga, ini bisa membuat kulitnya bebas peradangan dan iritasi.

Kemudian, prosesnya akan diikuti dengan blow dry, menyisirnya, membersihkan telinganya, memotong kukunya. Bila diperlukan, disini juga menerima layanan untuk memotong bulu di kaki, kemudian sanitary trimmed. Untuk membuatnya lebih harum, hewan peliharaan akan diberikan cologne dan coat vitamin yang akan membuat bulunya lebih harum dan halus. Yang terakhir adalah, hewan peliharaan juga akan diberikan collar secara gratis.