Tips Merawat Anjing Beagle

Tips Merawat Anjing Beagle
Tips Merawat Anjing Beagle

Tips Merawat Anjing Beagle

Bagi pencinta hewan khususnya anjing, pasti sudah mengetahui jenis anjing yang satu ini yaitu Anjing Beagle. Jenis anjing ini dikenal sebagai hewan peliharan yang lucu dan menggemaskan, meskipun anjing beagle ini merupakan jenis anjing yang konon katanya sering digunakan untuk berburu. Tentu saja anjing yang satu ini memiliki naluri yang kuat untuk mencium, berlari, mengendus objek yang ada di sekitarnya selain itu mereka tergolong aktif dalam beraktivitas sehari-hari.

Maka dari itu anjing beagle ini membutuhkan banyak perwatan dan pelatihan loh! Apa Andasudah tahu bagaimana cara merawat anjing jenis ini dengan baik? Simak lebih lanjut yuk…

1. Hindari Pemberian Makanan Tambahan

Pastinya Anda sangat menginginkan hewan kesayanganmu dapat tumbuh sehat dan lincah, nah mungkin salah satu upaya yang Anda lakukan yaitu sesering mungkin memberikannya asupan nutrisi dari dogfood ataupun makanan tambahan. Namun perlu Anda ketahui ternyata memberikan makanan tambahan pada anjing beagle ini ternyata dapat berdampak cukup buruk karena hal ini akan memicu mereka untuk cenderung malas makan sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya.

2. Jaga Kebersihan Peralatan Makanan

Nah tahap selanjutnya setelah memberikan makanan Anda juga perlu nih untuk memastikan kebersihan peralatan makanannya, cucilah dengan bersih hingga terhindar dari kuman atau penyakit.

3. Pemberian Vaksin dan Pemeriksaan Dokter Secara Rutin

Untuk menjaga kesehatannya maka lakukanlah pemeriksaan secara rutin ke dokter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kesehatan anjing sejak awal. Selain itu Anda juga dapat melakukan pemberian vaksin jika anjing beagle Anda sudah berusia 6 hingga 8 minggu.

baca juga : tips mengatasi anjing yang tak mau makan

4. Ajaklah Berolahraga

Setelah Anda memberikan makanan kepada anjing beagle kesayanganmu Anda bisa loh mengajaknnya keluar rumah sebentar hanya untuk berlari-lari kecil agar ia tidak langsung tertidur. Karena hal tersebut bisa berpotensi membuat anjing Anda menjadi pemalas dan tentunya berdampak tidak baik pada kesehatanya.

5. Waktu Istirahat yang Rutin

Tidak hanya manusia, anjingpun sangat memerlukan untuk beristirahat. Hal ini dapat mememulihkan tenaganya setelah beraktivitas seharian. Ini pastinya akan menjaga stamina dan kesehatan anjing kesayanganmu.

sumber : arenahewan.com

Tips Memelihara Kucing Saat Anda Sedang Hamil

Tips Memelihara kucing saat hamil
Tips Memelihara kucing saat hamil

Tips Memelihara Kucing Saat Anda Sedang Hamil

Kucing merupakan hewan yang cukup banyak dijadikan orang-orang untuk dijadikan hewan peliharaan. Sikapnya yang cenderung penurut, manja, dan memiliki bulu-bulu yang lembut untuk disentuh menjadi daya tarik tersendiri. Pecinta kucing tidak hanya dari kaum perempuan tetapi laki-laki pun juga banyak yang menyukai hewan lucu ini.

Namun kini banyak informasi yang beredar bahwa kucing dapat menyebabkan orang sulit hamil bahkan berdampak buruk bagi ibu yang sedang mengandung. Karena informasi yang beredar tersebut, maka kini banyak wanita hamil yang merasa khawatir mengalami toksoplasmosis yang dapat menyebabkan janin yang berada di kandungan akan terlahir dengan kondisi kurang sempurna.

baca juga :
Waspada Anak Kucing Rentan Terkena Penyakit Ini!

Hal inilah yang kini menjadi membuat banyak wanita hamil merasa dilema. Karena di satu sisi mereka tidak ingin menghindari hewan menggemaskan yang satu ini, namun mereka juga takut ada hal yang tidak diinginkan yang akan berdampak buruk bagi janinnya. Wah kira-kira apa benar ya? Lalu bagaimana buat Anda yang sedang hamil tetapi sangat menyukai hewan yang satu ini? Mari kita bahas….

Sebenarnya apa sih toksoplasmosis itu? toksoplasmosis disebabkan oleh parasit bernama Tozoplasma Gondi. Parasit ini biasanya memang menginfeksi kucing, jika kucing memakan mangsa atau berkeliaran di tanah yang sudah terkontaminasi dengan parasit tersebut. Jadi jika kucing Anda merupakan kucing rumahan yang jarang sekali keluar rumah, kemungkinan besar tidak akan menyebabkan toksoplasmosis pada ibu hamil. Lagipula ternyata dalam realitanya penularan toksoplasmosis dari kucing yang sudah pasti terinfeksi sekalipun ternyata tidak mudah menyerang ibu hamil. Ibu hamil baru beresiko besar terkena penyakit ini jika pernah bersentuhan dengan kotoran kucing yang sudah terinfeksi.

“Ibu hamil masih boleh memelihara kucing, namun ia harus memastikan bahwa benar-benar merawat dan sesering mungkin membersihkannya agar hewan tersebut aman dari terkenanya toksoplasmosis. Dan jika ingin membuang kotoran hewan tersebut dari wadah pasir atau lainnya, pastikan untuk menggunakan sarung tangan agar tidak menyentuh kotoran tersebut secara langsung. Selain itu pastikan kebersihan tangan, lingkungan, dan rumah.” Menurut Pakar Kesehatan Spesialis Penyakit Dalam DR. Ahmad Fariz Zamzam Zein, SpPD.

Jadi gimana nih? Anda masih ragu untuk berdekatan dengan hewan menggemaskan ini? Jika iya, Anda boleh memastikan dengan melakukan konsultasi tersendiri loh. Hal ini agar menjamin keamanan bagi sang buah hati dan Anda dapat tetap bermain dengan kucing kesayanganmu…!

sumber : meongers.com

Tips Mengatasi Anjing yang Tak Mau Makan

Tips Menangani Anjing yang Susah Makan
Tips Menangani Anjing yang Susah Makan

Tips Mengatasi Anjing yang Tak Mau Makan

Hewan peliharaan yang lincah memang begitu menggemaskan. Namun pernahkah Anda mengalami dimana hewan peliharaanmu sangat sulit untuk makan? Hmmm…pastinya hal itu akan menimbulkan rasa khawatir terhadap kesehatannya kan? Kini ada tips-tips yang bisa Anda lakukan loh agar hewan peliharaanmu memiliki nafsu makan yang baik, diantaranya yaitu :

  1. Tetapkan waktu makan yang teratur untuk anjing

Salah satu penyebabnya minatnya hewan peliharaan untuk makan ialah tidak teraturnya waktu makan yang kita berikan. Usahakan menyiapkan makanan anjing sesuai dengan jadwal makan kita. Seperti jam makan pagi, siang, dan malam. Sebaiknya bila anjing di rumah susah makan, jangan membiarkan mangkuk makanan ada di depannya karena hal tersebut akan membuatnya semakin merasa malas. Jika dia tidak menyentuh makanannya, lebih baik hindarkan

  • Ajak anjing lain saat makan

Hal ini bisa dilakukan dengan memelihara lebih dari satu ekor anjing di rumah atau mengajak anjing lain ke rumah saat anjing Anda sedang makan. Secara alami, anjing yang nafsu makannya menurun akan terpacu mengikuti anjing lainnya. Nah daya saing akan memicu kemajuan karena akan merasa berkompetisi dengan saingannya .

  • Jangan terlalu banyak memberinya camilan

Terlalu banyak memberi camilan pada anjing sebenarnya kurang disarankan, terutama camilan yang mengandung banyak varian rasa. Sebab anjing akan semakin terbiasa dengan camilan sehingga mengurangi nafsu makannya.  Dog Food atau makanan utama bagi anjing sangat penting bagi anjing dalam memperoleh asupan gizi dan nutrisi utama. Dalam memilihnya Anda perlu untuk perhatikan kandungan nutrisi berdasarkan kebutuhan anjing.

baca juga : Tips Agar Anjing Dapat Nyaman di Dalam Mobil

  • Olahraga

Tidak hanya manusia untuk memicu nafsu makan hewan peliharaan, Anda juga dapat menerapkan olahraga. Karena hal itu dapat membuat peredaran darah akan berjalan lancar dan menghasilkan oksigen. Anjing harus bergerak dan berolahraga untuk membuang encergi mereka yang berlebihan dan tidak menumpuk. Sehingga dapat membuang lemak dan membuat anjing merasa lapar dan ingin makan, otomatis hal itu akan meningkatkan nafsu makan anjing. Tidak perlu olahraga yang berat dan membutuhkan waktu lama, Anda cukup mengajak hewan peliharaan berjalan keluar rumah 15 – 20 menit maupun melakukan gerakan lempar tangkap.

  • Beri vitamin dan konsultasikan ke dokter

Langkah terakhir yang perlu diperhitungkan dan paling penting dalam mengatasi anjing yang tak mau makan adalah memberinya vitamin selama beberapa hari sekali. Namun jika hal ini kurang berdampak, kalian bisa berkonsultasi dulu dengan dokter hewan. Karena tiap anjing memiliki perbedaan dalam penanganan antara satu dengan lainnya.

Itulah beberapa Tips diatas untuk meningkatkan nafsu makan pada hewan peliharamu, segera terapkan agar hewan perliharaanmu dapat tumbuh sehat.

Source : www.proplan.co.id www.arenahewan.com

Waspada Anak Kucing Rentan Terkena Penyakit Ini!

Waspada Anak Kucing Rentan Terkena Penyakit Ini
Waspada Anak Kucing Rentan Terkena Penyakit Ini

Waspada Anak Kucing Rentan Terkena Penyakit Ini!

Kucing merupakan hewan yang sering ditemui dan tentu saja disukai banyak orang karena sikapnya yang manja, dan cenderung penurut. Namun tahukah Anda ternyata usia-usia awal sistem imun kucing belum terbentuk dengan sempurna. Jadi, jangan heran jika anak kucing lebih mudah terserang penyakit. Memelihara kucing bukan hal yang sulit, namun bukan berarti tidak lepas dari ancaman-ancaman penyakit baik dari virus maupun bakteri dan jamur.

Nah Anda harus mulai mewaspadai nih beberapa penyakit yang mudah menyerang hewan peliharaanmu, yaitu:

  1. Feline Panleukopenia Virus (FPV)

Virus ini tersebar melalui feses, sekresi, muntahan. Virus ini merupakan virus paling mematikan dengan angka kematian tertinggi bagi kucing. Pada anak kucing, penyakit ini bisa menimbulkan kematian mendadak tanpa gejala. Sedangkan pada kucing dewasa, gejala yang ditunjukkan berupa demam, lemah dan tidak mau makan. Setelah 1-2 hari demam, kucing akan muntah dan diare yang disertai darah.

baca juga : Hal yang Harus Dilakukan Jika Kucing Mengalami Kerontokan

  • Infeksi kulit

Infeksi kulit merupakan penyakit yang rentan menyerang anak kucing. Penyakit ini bisa dikenali saat kucing terlihat sering menggaruk-garuk badannya. Infeksi kulit pada anak kucing bisa bermacam-macam sebabnya, tetapi yang paling sering adalah karena jamur. Langkah pencegahan bisa berupa penggunaan sampo dan salep khusus kulit kucing. Namun, jika sudah parah, kucing harus diberi penanganan dari dokter.

  • Diare

Penyebab kucing mengalami diare bisa disebabkan oleh virus atau salah dalam pemberian makanan. Sebagai pengobatan, kamu bisa memberikan cairan oralit khusus hewan. Namun untuk mencegahnya kamu bisa mencegah diare dengan mengatur makanan yang dikonsumsi anak kucing, melakukan pembersihan kandang secara rutin dengan pemutih (bleaching), juga mencegah virus yang menyebabkan diare.

4. Chlmydophilosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydiasis felis yang kebanyakan menyerang anak kucing berusia 5-12 minggu. Gejala yang ditunjukkan ialah demam, bersin dan hidung berair, hilang nafsu makan dan mata meradang. Jika tidak diobati infeksi matanya akan bertambah parah dalam 2 bulan dan dapat menularkan melalui lendir matanya selama beberapa bulan. Jika semakin parah kemungkinan tindakan yang akan diambil ialah operasi untuk mengangkat bola matanya (enukleasi).

5. Muntah

Saat kucing memuntahkan makanan atau cairan yang berbau, bisa jadi ada masalah pada pencernaannya. Ini bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsi kucing atau bahkan karena adanya virus.

Mulai sekarang, lebih wasapada ya jika hewan peliharaanmu mengalami gejala-gejala tersebut. Karena imun tubuh pada kucing yang masih kurang optimal maka itu sangat dibutuhkan juga loh kepekaan dari Anda untuk merawat tumbuh kembangnya.

Source :www.kumparan.comwww.proplan.com

Tips Agar Anjing Dapat Nyaman di Dalam Mobil

Tips Agar Anjing Dapat Nyaman di Dalam Mobil
Tips Agar Anjing Dapat Nyaman di Dalam Mobil

Tips Agar Anjing Dapat Nyaman di Dalam Mobil

Kalian memelihara anjing di rumah namun senang berpergian? Nah meninggalkan hewan peliharaan terkadang membuat Anda saat berpergian merasa tidak tenang. Bagaimana keadaan hewan peliharaan tersebut untuk makan, buang air kecil, dan lain-lain. maka tak jarang bagi pecinta hewan tersebut ia akan membawa hewan peliharaannya selama ia pergi keluar. Naun tak semua hewan peliharaan mau menurut loh, ada juga yang terlihat tidak nyaman saat dibawa berpergian di dalam mobil. Nah tapi kini gak usah khawatir lagi ada tips yang perlu kalian ketahui nih agar hewan kesayanganmu dapat nyaman diajak berpergian, yaitu :

  1. Hewan dalam Kondisi Sehat

Pastikan  hewan peliharaan sudah mendapatkan vaksinasi dasar serta vaksinasi tambahan jika dibutuhkan, untuk melindungi dari penyakit-penyakit baru. Temukan dan siapkan nomor dokter hewan darurat 24 jam selama perjalanan.

  • Cantumkan Nomor Telepon Anda

Kedua, apabila terpisah dari peliharaan Anda, bawalah foto terbaru peliharaan Anda. Menuliskan nomor ponsel Anda di kalung identifikasi juga dapat menjadi pilihan yang baik. Ini bisa dijadikan solusi yang mudah jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi nih

  •  Jagalah keselamatan Anda dan Hewan Peliharaan

Gunakan pengaman seperti tali pengikat, pet carrier atau cargo barrier. Jangan biarkan hewan peliharaan Anda duduk di kursi depan karena meningkatkan risiko terluka parah bahkan berakibat fatal jika airbag terbuka.

  •  Sesuaikan tempat

Jika anjing Anda berukuran besar, tempat terbaik untuk mereka adalah di area bagasi. Pertimbangkan untuk membeli cargo tray tambahan untuk melindungi karpet.

 

  •  Jangan Tinggalkan Sendiri Hewan Peliharaan

Jangan pernah tinggalkan anjing sendirian di dalam mobil bahkan dengan jendela yang terbuka. Hal tersebut meningkatkan kemungkinan adanya risiko penculikan peliharaan Anda.  

  • Sediakan mainan

Apabila anjing Anda merasa resah atau menggonggong terus-menerus, Anda dapat memberikan mainan, chew toy, atau treats untuk tetap menyibukkan peliharaan Anda. Biasanya seekor anjing akan menjadi lebih tenang dan dapat menjadi lebih rileks jika memiliki kesibukan

Nah, dapat Anda coba nih beberapa tips diatas. Siapa tau mengajak hewan peliharaan selama berpergian akan membuat liburan Anda terasa jauh lebih menyenangkan!

Source : Liputan.com

Hal yang Harus Dilakukan Jika Kucing Mengalami Kerontokan

Harus yang Perlu Diperhatikan Jika Bulu Kucing Mengalami Kerontokan
Harus yang Perlu Diperhatikan Jika Bulu Kucing Mengalami Kerontokan

Hal yang Harus Dilakukan Jika Kucing Mengalami Kerontokan

Kerontokan ternyata tidak hanya dialami oleh manusia, tetapi ternyata terjadi juga pada kucing. Tetapi jika terjadi kerontokan yang berlebihan terhadap bulu kucing itu berarti anda harus mewaspadainnya loh. Kira-kira apa ya yang mesti kita lakukan jika hewan peliharaan kita mengalami hal tersebut?

1. Periksalah Kesehatan Kucing

Kucing yang tidak sehat pasti memiliki banyak kutu dan parasit yang menempel ditubuhnya. Kutu dan parasti itulah yang menyebabkan kerontokan pada bulu kucing Anda. Binatang penggangu ini adalah salah satu penyebab bulu kucing rontok, binatang ini biasanya berasal dari teras rumah yang di dominasi oleh rumput.

Tungau juga dapat hidup di perabotan rumah yang terbuat dari kayu dan melompat ke tubuh kucing saat kucing mendekat. Sebagai parasit mereka akan mengambil nutrisi pada lapisan kulit kucing, terlebih lagi gigitan mereka akan sangat membuat gatal yang akhirnya membuat kucing terlalu sering menggaruk yang berakibat bulu mereka rontok. Untuk itu Anda diharuskan agar selalu periksa kesehatan kucing anda secara berkala.

2. Ganti Makanan jika Tidak Cocok

Salah memberikan jenis makanan ke kucing juga dapat menyebabkan kerontokan pada bulu kucing. Jika terdapat hal aneh terhadap kucing Anda sewaktu diberikan makanan. Segeralah untuk mengganti jenis makanan untuk kucing anda.

3. Perawatan yang Tepat

Perawatan yang tepat pada kucing tentu dapat menghasilkan kucing yang sehat, begitu pula sebaliknya. Kucing yang sehat tentu mempunyai bulu yang bagus dan lebat. Maka sebaiknya rawatlah kucing anda sebaik mungkin secara teratur.

4. Berilah Vitamin

Vitamin juga dibutuhkan untuk dapat mencegah terjadinya kerontokan pada bulu kucing. Seperti yang akan dibahas dibawah, kucing yang sedang mengalami kerontokan bulu sangat memerlukan konsumsi lemak omega 3 dan 6 yang bagus untuk kesehatan kulit dan bulu mereka. Biotin – Vitamin B kompleks seperti biotin juga dapat membantu kesuburan dan kesehatan pada rambut kucing. Kekurangan biotin mungkin lebih rentan di rasakan oleh kucing yang berumur masih muda.Gejala kekurangan vitamin B (biotin) secara umum meliputi bulu yang mudah rontok dan hilangnya warna bulu yang normal.Vitamin kini dengan mudah didapatkan di pet shop terdekat.

baca juga :

5. Stress 

 Sama seperti halnya manusia, keadaan stress akan membuat mereka tidak bergairah dan pembulu darah yang berfungsi mengirimkan semua nutrisi ke seluruh tubuh akan macet yang berakibat bulu kucing tidak sehat dan rontok. Inilah beberapa tindakan yang harus dilakukan jika hewan kesayanganmu mengalami  kerontokan. Namun jika semakin hari kerontokan pada bulunya semakin banyak. Anda perlu mengkonsultasikannya ke dokter hewan

Sumber : www.okdogi.com , www.petshopindonesia,com